Home › Build Journal › Galangan Kapal Pinisi Tanjung Bira: Membangun Kapal Kayu di Pantai Bira
Tanjung Bira dikenal karena pasir putihnya, tetapi di sepanjang pantai yang sama lahir kapal-kapal pinisi. Galangan di sini bukan bangunan beratap dengan dok kering, melainkan pantai terbuka tempat lambung dirangka di bawah langit. Halaman ini menjelaskan galangan kapal pinisi Tanjung Bira dan Bonto Bahari serta cara memesannya.
Pantai Bira sebagai galangan terbuka
Lambung dibangun di Ara, Tana Lemo, dan Lemo-Lemo , sekitar 12 km dari tanjung, di dalam Kabupaten Bulukumba . Keel dan balok lambung diletakkan di atas pasir di atas garis pasang, dan kapal dirangka di udara terbuka di bawah naungan atap daun. Setelah selesai, kapal ditarik menuruni pantai dan diapungkan saat pasang purnama.
Proses pembangunan kapal kayu tradisional
Pinisi dibangun dengan metode shell-first : setelah lunas, linggi haluan, dan buritan dipasang, papan lambung dipasang dan dibentuk lebih dulu — diikat antar-tepi — membentuk cangkang yang berdiri sendiri, baru kemudian gading dipasang di dalamnya. Ini kebalikan dari metode Barat, dan menjadi inti kerajinan yang diakui UNESCO.
Kayu dan ketahanan lambung
Kayu ulin untuk lunas, bitti untuk gading dan papan, serta jati untuk geladak dipilih karena kapal terpapar cuaca sejak papan pertama. Dengan kayu, fastening, dan pendempulan yang benar, lambung pinisi bisa bertahan puluhan tahun.
Berkunjung dan memesan
Kami mengatur kunjungan galangan agar Anda melihat langsung lambung yang sedang dibangun. Untuk memulai pemesanan, baca program pembangunan atau langsung kirim brief pembangunan .
Menggabungkan kunjungan galangan dengan liburan
Karena Tanjung Bira adalah kawasan wisata pantai berpasir putih dengan penyelaman dan pantai indah, kunjungan untuk melihat lambung yang sedang dibangun mudah digabung dengan menginap. Kami sarankan berkunjung saat peletakan lunas atau pemasangan papan, ketika proses paling terlihat.
Dari galangan pantai ke kapal kelas dunia
Meski dibangun di pantai terbuka dengan tangan, kapal pinisi modern dilengkapi mesin dan sistem modern dan dibangun ke standar kelas BKI . Perpaduan kerajinan tradisional dan rekayasa modern inilah yang membuat pinisi Tanjung Bira mampu bersaing sebagai kapal liveaboard dan charter kelas dunia.
Leave a Reply